Mengenal lebih dekat sejarah, visi, dan misi Ulumul Quran Putri Gobang dalam mencetak generasi Rabbani.
Didirikan pada tahun 2005, Ulumul Quran Putri Gobang bermula dari sebuah majelis taklim kecil yang dipimpin oleh **Allahuyarham KH. Edi Junaedi, S.Ag**. Dengan semangat lillahita'ala, majelis ini berkembang menjadi institusi pendidikan formal dan non-formal yang komprehensif.
Kini, kami berdiri di atas lahan seluas 5 hektar dengan fasilitas modern, mengasuh ribuan santri dari berbagai pelosok negeri, dan tetap memegang teguh tradisi salafus shalih.
In Memoriam
1965 — 2022
Almarhum Almaghfurullah
Lahir pada **28 Oktober 1965**, bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, Abuya KH. Edi Junaedi, S.Ag adalah sosok yang mendedikasikan seluruh nafasnya sebagai **Pejuang Al-Qur'an**. Beliau menempuh jalan sunyi pesantren hingga berhasil menyelesaikan hafalan **30 Juz Al-Qur'an** dengan sempurna.
Mengajarkan tentang Hati yang Selamat—sebuah jalan menuju kejujuran, kebersihan hati, dan menjauhi segala bentuk kesombongan dalam berdakwah.
Beliau bukan hanya pendiri, melainkan ruh dari Ulumul Quran Putri Gobang. Meskipun telah berpulang ke Rahmatullah pada **26 Desember 2022**, jejak pengabdian dan ilmu jariyah beliau tetap abadi, kini dilanjutkan dengan penuh amanah oleh keluarga tercinta.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ
"Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, sejahterakanlah dia, dan maafkanlah kesalahannya."
"Menjadi lembaga pendidikan Islam terkemuka yang mencetak generasi Qur'ani yang tafaqquh fiddin, berakhlak mulia, berwawasan global, dan berjiwa kepemimpinan."
Menyelenggarakan pendidikan tahfidz Al-Qur'an bersanad dan terstruktur.
Mengintegrasikan kurikulum pesantren salaf dengan pendidikan modern.
Membina karakter santri melalui pembiasaan ibadah sunnah dan adab Islami.
Keikhlasan
Kesederhanaan
Berdikari
Ukhuwwah Islamiyah
Kebebasan
Berbudi Tinggi
Berbadan Sehat
Berpengetahuan Luas
Berpikiran Bebas
"Ulumul Quran Putri Gobang di atas dan untuk semua golongan"
"Berjasalah tapi jangan minta jasa"
"Bondo bahu pikir lek perlu sak nyawane pisan"